Dalam Zenith & Nadir

Kita tak bisa memaksa senja untuk menetap di garis cakrawala. Tak pula mampu memaksa angin untuk menumbangkan gunung. Kenyataannya memang begitu, selalu begitu. Bahwa, tak semua hal dapat dipaksakan untuk menuruti keinginan. Bahwa, tak setiap keinginan bisa didapatkan sekeras apapun perjuangan.

Kita tak pernah tahu bagaimana nasib menghampiri dan pergumulan batin diakhiri. Kita hanya mampu berdoa dan berusaha. Lalu apa? Tak ada kepastian bahwa kita dapat meraih apa yang kita damba. Tak ada pula kepastian bahwa doa dan usaha akan berakhir sia-sia. Segalanya terikat dengan takdir, lalu terhempas ke dalam titik zenith dan nadir.

Advertisements

Published by

Muhamad Asep D

Hanya manusia

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s