Keparat Yang Tercekat

Tercekat dalam pekat
Di tengah dosa yang melekat
Mengapa tak kunjung bertaubat?
Masih saja berlumut maksiat
Sunggu ku rindu mendekat
Bukan karena dituntut taat
Melainkan syafaat
Tapi aku seorang keparat
Keparat

Advertisements

Published by

Muhamad Asep D

Hanya manusia

2 thoughts on “Keparat Yang Tercekat”

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s