Pegangan

Aku terlena dalam angan. Aku terlena dalam bayang. Sungguh rayuan angan itu mengguncang hati dan pikiran. Aku tak tahu kemana harus berpegang selain Tuhan. Raga dan jiwa di sekitarku masing-masing memiliki kesibukan. Ya sibuk juga untuk berpegangan atau masih mencari pegangan.

Pegangan? Ah, apa aku begitu lemah sampai harus berpegangan!? Kenyataannya iya! Bahkan aku terlalu lemah untuk tak berpegangan. Terlalu bodoh pula untuk memilih pegangan terkuat tanpa arahan. Hingga aku berpikir, selama ini apakah aku berpegangan pada Tuhan? Ataukah Tuhan yang memegang diriku? Mungkin aku dan Tuhan saling berpegangan, meskipun Tuhan tak membutuhkan peganganku. Bahkan kerap aku melepas pegangan itu. Kemudian terjerembab dalam takdir kelabu.

Advertisements

Published by

Muhamad Asep D

Hanya manusia

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s