Curhat & Nasehat

Ada beberapa kawan yang curhat lalu meminta nasihat atau saran dariku. Tahukah kawan bahwa aku rindu dan butuh akan nasihat? Sebagai manusia biasa, akupun butuh nasihat. Bahkan aku rindu menasehati diri sendiri karena kenyataannya diriku lebih sering kucaci maki. Aku mencaci maki diri karena kerap terjebak di antara iman dan kemaksiatan yang membuatku khawatir terperangkap dalam kemunafikan. Begitulah ketika jiwa lawwamah sedang mendominasi.

Aku butuh penasihat bukan sekedar penampung curhat. Aku bukan tipe orang yang “doyan” curhat, entah di dunia nyata apalagi di dunia maya. Baik kepada orang tua apalagi kawan biasa. Sekalipun curhat, sekedar permukaan saja atau dalam bentuk kiasan. Tulisan-tulisan di blog inipun secara tak langsung adalah bentuk curhatan pikiran dan perasaanku. Curhat memang manusiawi, tapi terlalu banyak curhat persoalan pribadi ke sesama manusia seperti tak punya harga diri. Meskipun tak ada salahnya curhat ke sesama manusia sebagai bentuk ikhtiar dalam memecahkan masalah

Aku sadar bahwa tak ada tempat curhat terbaik selain Allah. Curhatnya seorang hamba kepada Allah adalah bentuk bagaimana manusia sangat membutuhkan-Nya. Waktu curhat terbaik adalah sujud terakhir di dalam shalat dan do’a setelah shalat. Terlebih di sepertiga malam. Meskipun tak harus dalam ibadah untuk menumpahkan keluh kesah pada-Nya. Namun mesti tahu diri jangan mendekat ketika mengeluh namun menjauh ketika tak berpeluh. Sungguh pernyataan ini tertuju pada diriku.

Selain tempat curhat, Allah merupakan penasihat terbaik. Ia menasehati hamba-Nya melalui ayat-ayat-Nya maupun berbagai kejadian yang terkandung banyak hikmah di dalamnya. Tak jarang Allah menegur dengan mengarahkan mata pada tulisan-tulisan maupun ayat-ayat yang menghantam hati. Memang sepantasnya aku ditegur karena diriku membutuhkan teguran dan nasehat. Sekalipun aku tak memintanya.

Bahkan Allah memberikan nasehat-Nya di saat diri mulai menjauhi-Nya. Kerinduan akan nasehat selalu terobati dengan berbagai macam hikmah yang diberikan-Nya. Baik melalui ayat-ayat-Nya, intuisi, maupun berbagai peristiwa yang terjadi baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Tinggal bagaimana hati dan pikiran membuka diri untuk menerima pesan yang disampaikan-Nya. Semoga kita selalu dalam perlindungan dan keridhoan-Nya.

“Sungguh jiwa ini kotor. Namun tak bosan Ia membersihkannya. Sungguh jiwa ini hina. Namun tak bosan Ia memberi nikmat-Nya. Jiwa kotor yang dibersihkan-Nya, jiwa hina yang dilimpahkan nikmat-Nya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman)”
— Aksara Nomaden

Advertisements

Published by

Muhamad Asep D

Hanya manusia

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s