Kepura-puraan

Kehidupan penuh dengan kepura-puraan. Entah manusia yang menciptakan kepura-puraan lalu terjebak di dalamnya, atau manusia sendiri yang berpura-pura menjebak diri. Mungkin pula kepura-puraan merupakan bentuk kehidupan lain bagi manusia. Sampa realita dan pura-pura menjadi kabur batasnya. Manusiapun kian terperosok ke dalam kubangannya.

Beragam bentuk kepura-puraan tersaji dalam kehidupan. Ada yang berpura-pura miskin lalu menjadi pengemis. Ada yang berpura-pura kaya lalu berpakaian necis. Ada pula yang berpura-pura sebagai tokoh intelektual padahal diabolis. Kepura-puraan tak kunjung habis karena kepura-puraan itu sendiri yang menghabisi. Manusia dihabisi dari dalam diri lalu menjadi hipokrisi bagi dirinya sendiri.

Aku sendiri ragu, apakah aku sedang berpura-pura? Apakah kepura-puraan yang telah menyeretku ke dalam ragu? Apa mungkin aku sedang berpura-pura dalam kepura-puraan? Ataukah aku sedang berpura-pura untuk tidak berpura-pura? Ataukah aku sedang tidak berpura-pura dalam kepura-puraan? Ataukah dirimu sedang berpura-pura membaca tulisan yang penuh kepura-puraan? Segalanya bisa saja terjadi, termasuk pura-pura terjadi.

Ketika ku tertawa, bisa saja pura-pura
Ketika ku tersenyum, bisa saja pura-pura
Ketika ku marah, bisa saja pura-pura
Ketika ku berkata, bisa saja pura-pura
Ketika ku jatuh cinta, sungguh itu nyata
— Aksara Nomaden, Cinta Tak Pura-pura

Advertisements

Published by

Muhamad Asep D

Hanya manusia

3 thoughts on “Kepura-puraan”

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s