Sepuluh Detik

Pujangga dan Sang Dewi dalam kisah kasihnya
Ketika rasa dibalut hawa nafsu belaka
Detik pertama mereka bertemu, tak kenal tak sapa
Detik kedua, kenal dan suka
Detik ketiga, suka berlanjut cinta
Detik keempat, cinta ditemani setia
Detik kelima, setia dirundung dusta
Detik keenam, dusta membawa nestapa
Detik ketujuh, nestapa mengiringi duka
Detik kedelapan, duka mengakhiri segalanya
Detik kesembilan, segalanya telah tiada
Detik kesepuluh, mereka tak lagi bersama . . . .

“Farewell. Pada akhirnya yang bertemu akan berpisah. Yang ada akan tiada. Yang datang akan pergi. Yang lewat akan berlalu. Entah bergegas entah mengulur waktu perginya. Tapi pasti . . . . Pasti!”
— Dian Nafi

Advertisements

Published by

Muhamad Asep D

Hanya manusia

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s