Cincin Senja

Termangu kau menatap senja
Matahari tersipu malu karenamu
Perlahan-lahan dia bersembunyi
Menghindari tatapan bola matamu
Kau sandarkan kepalamu pada pundakku
Entah leher yang lelah atau ingin selalu dekat
Kau bicarakan sebuah alunan masa indah
Sambil melenggangkan senyum di bibir manismu
Bicara tentang masa depan ikatan cinta
Cintaku, cintamu dan rumah tangga kita
Menyeret masa lalu yang tak sempurna
Berubah menjadi kenangan penuh makna

Sebuah kotak kecil kubuka padamu
Matamu langsung berbinar seketika
Menangis bahagia di atas getaran cinta
Tak sanggup kau menahan luapan rasa
Kau rengkuh aku dengan kedua tanganmu
Tetesan air matamu meluncur dari pelupuk mata
Mendarat di pipi merah merona
“Menyatulah dengan cintaku”
Hanya itu yang dapat aku utarakan
Dengan tak sabar kau lemparkan jawaban seirama
“Bersatu menapaki jalan jiwa”

Kulingkarkan cincin kecil pada jari manismu
Jarimu menyambut penuh suka cita
Bergetar saat memakai simbol ikatan suci
Berkilauan di terpa matahari senja
Lingkaran emas itu memancarkan kesucian
Kesucian akan sebuah hubungan
Selalu berharap dalam keridhaan Tuhan

Kau tatap mataku lekat-lekat
Meyakinkan diri bahwa ini bukan mimpi
Kau rengkuh diriku sekali lagi
Seakan tak ingin dipisahkan meski oleh kematian
Menyatukan dua raga dalam mahligai cinta

“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta  adalah keterpautan jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam  hitungan tahun bahkan abad.”
— Khalil Gibran

Advertisements

Published by

Muhamad Asep D

Hanya manusia

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s