Segenggam Iman

Ada yang perlahan hilang dari genggaman
Bukan, ini bukan barang mewah berselimut berlian
Bukan pula kekuasaan yang memonopoli keadilan
Ini iman
Tak ternilai meski disandingkan jamrud sebesar bulan
Tak layak digadai demi dunia yang fana
Semua manusia membutuhkannya
Namun, segelintir yang benar-benar merindukannya
Rindu akan manis yang terasa dalam sujud pada-Nya
Rindu akan dekapannya di saat bergelimang dosa

Akal mengikuti alur dunia
Ruang hampa tercipta dalam jiwa yang tak tahu arah
Jiwa yang kosong mengembara mencari Tuhan
Mencari Tuhan? Untuk apa mencari-Nya?
Bukankah daksa tak abadi dan ruh akan kembali?
Memang raga akan mati jiwa berlalu pergi
Meraih ridha-Nya sungguh itu yang dinanti
Ridha didapat betapa sedih tak kuasa mendekat
Relung hati menggapai kebahagiaan yang memuncak
Sungguh kebahagiaan sejati bukan saat diselimuti kekayaan
Kebahagiaan hakiki ketika merasakan manisnya iman

 “Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan Allah sebagai tujuan hidup. Hidup diatas keyakinan dan ketergantungan. Merendahkan diri serta bertawakal, sungguh segala sesuatu pasti kembali kepada-Nya.”
— Unknown

Advertisements

Published by

Muhamad Asep D

Hanya manusia

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s