Perayaan Usia

“It matters not the number of year in your life. It is the life in your years.”
— Abraham Lincoln

Waktu terus bergerak mendampingi manusia dalam mengarungi kehidupan. Ruang yang nampak sama halnya dengan fisik yang kasat mata menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan zaman, lingkungan, karakter hingga usia dari muda menuju tua. Manusia yang semakin tua seiring pergerakkan jarum jam tenggelam dalam perayaan tahunan hari kelahiran. Hari kelahiran yang dikenal pula sebagai hari ulang tahun telah menjadi perayaan dimana pasti hadir satu tahun sekali pada usia setiap orang. Kecuali kelahiran yang terjadi di akhir bulan februari pada tahun kabisat tentunya.

Apakah esensi dari perayaan ulang tahun? Apakah hanya sebatas ceremony menyambut hari baru sebagai pertanda semakin bertambahnya usia? Apa mungkin hanya sebagai ajang pesta dan tebar traktiran untuk keluarga dan kawan? Semuanya bisa saja terjadi, meskipun yang pasti terjadi adalah usia akan menemui mati. Usia tak abadi bisa menemui ajalnya kapan saja ketika diri tak ingat mati. Pada hakikatnya semakin bertambah usia semakin dekat pula pada kematian. Semakin dekat namun sering terlupakan karena terbius oleh perayaan semu yang diciptakan.

Usia sangat berharga, tapi banyak orang menghargainya hanya pada hari yang satu saja, hari ulang tahun. Ucapan selamat dan doa yang bertebaran atas beranjaknya usia memang patut disyukuri sebagai pengingat bahwa dalam usia yang semakin beranjak kita tidak sendiri. Masih banyak orang lain di sekitar yang memperhatikan dan menghargai kehadiran kita. Namun bukan ucapan yang paling dibutuhkan meski tidak disisihkan. Evaluasi dan perbaikan dirilah substansi yang sesungguhnya harus diingat dan diimplementasikan. Tidak hanya ucapan dan pengharapan numpang lewat yang barang kali akan kita lupakan di esok hari.

Semakin bertambah usia tak sepenuhnya menjamin bertambah pula kedewasaan seseorang. Berapa banyak orang dewasa yang justru berpola pikir seperti anak-anak atau malah lebih buruk dari itu. Beranjaknya usia bukan hanya peristiwa hijrahnya suatu masa ke masa yang lebih tua. Semestinya diimbangi dengan beranjaknya tingkat kedewasaan serta pemikiran ke arah yang lebih mapan. Ada gilirannya dimana masa harus berganti, dimana kekanak-kanakan sudah tak layak lagi seiring usia yang semakin matang. Usia menjadi cerminan telah berapa lama kita hidup di dunia. Semakin lama semakin banyak pengalaman dan pelajaran kehidupan yang di dapat. Hal inilah yang seharusnya dijadikan pijakan untuk semakin bijak dalam menyikapi setiap permasalahan dan kekurangan.

“Kedewasaan tidak di ukur dari usia seseorang, namun dari tanggung jawab yang di terimanya.”
— Ed Cole

Sejauh mana diri berbenah untuk ke depan yang lebih baik. Coba ingat adakah manfaat yang telah kita berikan kepada orang-orang di sekitar kita selama kita hidup pada usia yang sekarang, baik untuk teman, saudara dan keluarga. Terlebih lagi bagi orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Ibu yang telah melahirkan kita, tapi kita sendiri yang sering lupa terhadap jasa-jasa beliau di hari saat kita dilahirkan. Beliau mempertaruhkan nyawa untuk membawa buah hatinya ke dunia dan lagi-lagi kita lupa, bahkan ketika telah tiba tanggalnya.

Allah memberi manusia nikmat usia, hingga pada akhirnya akan menjadi beban ketika usia disalahgunakan. “Muda hura-hura, tua kaya raya, mati masuk surga” perkataan yang sudah tak asing bagi telinga. Kalimat yang menghargai usia sebatas pada kesenangan. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya seluruh manusia tertarik pada kesenangan. Namun kesenangan bukanlah apa-apa tanpa adanya kesusahan. Usia tak akan cukup untuk memenuhi seluruh kesenangan, tapi satu rasa syukur dapat menuntaskan banyak kesedihan. Syukur atas segala nikmat dan anugerah yang telah diberikan Allah atas usia yang semakin beranjak hingga akhirnya dijemput malaikat.

Advertisements

Published by

Muhamad Asep D

Hanya manusia

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s